Jumat, 13 Maret 2015

HELLO!! I AM HIS DAUGHTER

HALLOO!! I AM HIS DAUGHTER


```````````````````````````````````
Seoul, Hannyang Junior High School

“Anak-anak pelajaran hari ini cukup. Kalian boleh beristirahat dan kembali ke kelas!” Semua anak-anak perempuan yang sedari tadi hanya duduk di pinggir lapangan langsung tersenyum cerah mendengar Shin Seongsenim akhirnya mengakhiri kelas olahraga. Berbanding terbalik dengan para murid laki-aki yang berseru protes karena harus mengakhiri permainan Basket mereka. Bagi mereka waktu olah raga hari ini sangatlah singkat. Dan hal itu langsung dibantah habis-habbisan oleh para siswa perempuan.
“Sudah jangan ribut!”tegur Shin seongsenim menenangkan keributan yang ada.
“Tapi seongennim kami masih ingin bermain..” ujar Minho yang masih bediri di tengah lapangan
“Kalian harus masuk ke kelas selanjutnya. Jam olah raga memang sudah berakhir sesuai semestinya. Cepat kembali ke kelas! Dan jangan lupa bereskan kembali semua bola ini!”
Mendengar perintah untuk membereskan bola, gadis berambut ikal kecoklatan yang telah diikat ala kuda poni langsung mengambil sebuah keranjang dan berjalan menuju dimana bola-bola basket itu berada. Yahh, nasib baginya dia harus melakukan hl ini untuk melaksanakan tugas piket kelasnya. Mengingat Dia datang kesiangan tadi pagi dan seluruh pekerjaan membersihkan kelas telah dilakukan oleh kawan-kawan yang lain. Dan tugas inilah yang tersisa. Namun satu hal yang membuatnya jengkel, kenapa dari sekian banyaknya teman kelasnya tak ada satupun yang peduli untuk membantunya? Bahkan kini semua anak sudah hampir menhinggalkan lapangan.Bukan..bukan karena gadis itu dimusuhi oleh teman-temannya. Tapi itu semua karena memang seperti itulah sikap anak-anak yakni malas dan tak mau tahu. Nyatanya bola-bola itu sangatah banyak dan Ah Young sendiri tak yakin bisa mengangkatnya ke gudang nantinya. ‘mereka menjengkelkan!’ gerutunya dalam hati.
“Yak.. Minho-ssi, bisa kau bantu Ah Young-ssi membereskan semua ini?!” Ternyata Shin seongsenim belum keluar dari lapangan indoor ini. Beliau merasa kasihan terhadap siswanya yang bekerja sendiri tanpa ada yang membantu.
“Ye seongsenim”
Minho telah mencapai pintu keluar namun mengurungkan niatnya untuk segera pergi mengganti pakaian dan langsung mengikuti pergerakan Ah Young untuk mengambil bola yang ada di sudut ruangan. Lalu setelah seluruh bola berhasil mereka kumpulkan dan memasukkannya ke keranjang, kedua anak tersebut bergegas menuju ke tempat penyimpanan alat olahraga yang teretak di dekat tribun penonton. “Terimakasih Minho-ssi” ucap Ah Young setelah mereka keluar dari sana. “Nde.Cheonmanayo. Tapi jangan panggil aku minho-ssi seperti itu. Kita kan teman. Cukup panggil minho saja!” Ah Young mengangguk kikuk. Ia merasa sungkan dengan Minho. Ya meskiun mereka sekelas, namun mereka jarang berbicara. Salahkan Ah young yang terlalu pendiam dan malu untuk bergaul dengan teman laki-laki. Ia memang terbiasa dengan teman-teman perempuan yang dimilikinya.

“Ayo kita  kembali ke kelas!” ajak Minho dan Ah Young mengekor di belakang Minho yang berjalan terlebih dulu.


Dan mereka benar-benar tak pernah berjalan beriingan. Ah Young sengaja memperlambat langkahnya dan tak berusaha mensejajari langkah minho yang ada di depannya. 5 meter adalah jarak yang ia jaga dari Minho saat ini. Seperti yang dijelaskan tadi bahwa Ah Young merasa canggung kepada Minho. Ditambah dirinya yang memang pemalu dan tak mudah mencairkan suasana, jadi dia bingung harus bagaimana bersikap pada minho jika mereka berdekatan. Bukan hanya terhadap Minho saja sih, dia bertingkah seperti itu tapi hampir kepada semua orang yang tak dekat dengannya.
Sedangkan Minho sendiri tampak melirik Ah Young sekilas dengan sudut matanya saat ia berpura-pura menoleh untuk melihat ke arah jendela. “Kenapa jalannya lambat sekali sih ?” pikir Minho bingung. Ia sempat berpikir bahwa temannya itu sakit tapi dia tidak pucat. Atau jangan-jangan Ah Young tidak mau dekat-dekat dengan Minho karena Minho berkeringat dan bau ? Alhasil karena memikirkan hal itu reflek Minho mengendus dirinya dan mencoba menciup bajunya. “Uhh, aku tidak bau.” Ujar minho lagi setelah ia memastikan tak ada bau menyengat dari tubuhnya.
Tak mau ambil pussing, Minho tak mengacuhkan Ah Young dan mempercepat langkahnya meninggalkan Ah Young dibelakangnya.
----HALLOO!! I AM HIS DAUGHTER----
Makan Siang telah tiba dan itulah sebabnya mengapa kantin sekolah ini sangatlah ramai. Antrian panjang anak-anak di depan couter makanan membuat para pekerja berusaha menambah kecepatan tangan mereka untuk melayani para siswa yang hendak mengambil makanan. Hingga keteraturan antrian ituterusik oleh 5 orang anak perempuan yang dengan seenaknya memotong antrian terdepan.
“Ahjumma, beri kan aku soup itu! Dan isi nasinya sedikit saja.” Ucap seorang gadis yang terlihat paling mencolok diantara mereka. Gadis itu memiliki postur tubuh yang cukup tinggi dan cantik didukung dengan penampilannya yang super modis dan rambut ikalnya yang panjang terurai dan tertata sengan indah. Teman-temannyapun tak jauh berbeda dengan gadis itu.
“Kau memotong antrian,sunbae!” seru seorang siswa perempuan kesal yang  gilirannya dipotong oleh geng yang berisikan gadis-gadis cantik tapi angkuh itu.
“Kau keberatan dengan ini?” tanya gadis cantik tadi yang ternyata bernama Kim Soo Hyun
“Kau seharusnya mengalah dengan sunbaemu, hoobae.” Lanjutnya lagi dengan mimik angkuhnya.
Ah Young yang berdiri tepat dibelakang Jin ah gadis yangprotes tadi, berdecih pelan mengeksprsikan rasa muaknya kepada Sunbae yang sangat menyebalkan ini. Para gadis itu lalu kembali sibuk dengan nampan makan siang mereka dan tak mempedulikan gurat-gurat kesal siswa yang lain hingga mereka akhirnya berlalu untuk menuju meja. Saat itu juga Ah Young yang sedari tadi menatap mereka sebal kembali mengekspresikan kekesalannya dengan menirukan gayasok dan angkuh Soo Hyun dan diakhiri dengan menjulurkan lidahnya pada mereka yang tentu saja tak melihat tingkah Ah Young.
Atau mungkin tidak semuanya dari gerombolan nenek sihir itu yang tak melihat. Nyatanya salah seorang dari mereka tertinggal ditempat yang sama dengan Ah Young dan menyaksikan seluruh ‘tingkah manis ‘ Ah Young barusan.
“Kau?? Berani juga.” Kata gadis itu. Ah Young tampak terkejut dengan hal itu tak menyangka bahwa sekutu mereka masih tertinggal satu. Ah Young semakin ciut saat seringai menyeramkan tampak di wajah sang sunbae.
“Lihat aku akan mengadukan ini pada Soo Hyun” ujarnya sebelum benar-benar pergi menyisakan Ah Young dan orang-orang yang sama shocknya dengan Ah Young. Sepertinya setelah ini akan ada perang dunia
“Ah Young kau telah mencari masalah” ujar Ha Ni temannya yang berdiri di belakangnya.
“Biar saja! Aku kesal dengan mereka.” Jawab Ah Young ringan namun hati nuraninya juga sama dengan orang-orang yang merutuki kebodohannya.
“Bersiaplah untuk di makan bulat-bulat oleh Sunbae galak itu Ah Young.”
“Aku turut prihatin dengan masalahmu Ah Young”
“Semoga kau selamat Ah Young”
Semua yang di dengar Ah Young semakin membuat hatinya nelangsa dan was-was akan nasibnya setelah ini.
“Yakkk.. siapa tadi yang berani mengejekku?” suara tenor Soo Hyun menggelegar mengejutkan semua orang yangberada di kantin. Kini semua mata tertuju padanya yang telah berdiri di depan counter makanan disusul dengan dayang-dayangnya.
Ah Young berjengkit kaget. Tapi otak cerdasnya segera memerintah untuk dirinya agar tetap tenang
“Kau tidak boleh takut padanya Ah Young! Hadapi dia dengan tenang!” nasehat Ah Young dalam hatinya.
Maka setelah menguasai dirinya dan selesai memasang sikap tenang, Ah Young berbalik menghadap Soo Hyun.
“Itu aku. Kenapa? Kau keberatan dengan ini?”Ah Young berkata persis seperti yang di katakan Soo Hyun tadi. Soo Hyun terkesiap. Pertama ia tak menyangka bahwa ada hoobae yang baru kelas satu  berani melawan dirinya yang sudah kelas tiga. Ditambah ternyata sang hoobae terlihat sebagai anak perempuan yang kalem dan lemah yang seharusnya bisa dengan mudah ia tindas. Kedua berani-beraninya Hoobae itu melawannya dengan kata-kata miliknya tadi.
“Tch... Tapi sepertinya kau juga keberatan tentangku? Mwo?!”seru  Soohyun galak.
“Tentu saja aku keberatan dengan sikapmu yang seenaknya dan sok berkuasa itu, Sunbaenim” Ah Young menekankan kata yang terakhir ia sebutkan.
“K..kau berani denganku,eoh?” Soohyun semakin meradang dan siap meledakkan amarahnya.
“Dengar sunbae aku minta maaf karena telah meledekmu. Tapi kau juga harus minta maaf kepada kami atas perlakuanmu dan teman-temanmu tadi. Serta berhentilah bertingkah seenaknya di sekolah ini! Dan satu lagi aku tidak takut denganmu.”
Penjelasan Ah Young bagaikan nyanyian berisik yang telah berhasil membangunkan singa yang sedang tidur.
Byuuurrr...
“Sudah cukup omong kosongmu. Jus itu sebagai ‘hadiah’ dariku. Kau beruntung karena aku tak menyiramkan sup panas ini ke wa---“ perkataan soohyun tak tuntas karena Ah Young melakukan hal yang sama kepadanya, menumpahkan jus ke wajah soohyun.
Jika tadi semua oramg terkejut saat Soohyun menyiramkan jus buah kepada Ah Young sekarang reaksi mereka jauh lebih menunjukkan betapa shocknya mereka. Ini Gila! Hobae itu sangat beranu. Itulah yang mereka fikirkan.
“Yakkk..”Jerit Soohyun
“Aku sudah minta maaf tapi malah itu yang sunbae lakukan.sekarang kita impas” Ah Young nampak tak mau kalah.
Soohyun benar-benar sudah merasakan habis pada kesabarannya. Sekarang ia benar-benr siap meledak dan menyerang Ah Young. Tapi itu semua harus segera ia kubur dalam-dalam karena....
“Hentikan!!”
....Guru Etika, Han Seongsenim telah datang untuk melerai mereka.
“Kim Soo Hyun, Ahn Ah Young ikut saya ke kantor! “
----HALLOO!! I AM HIS DAUGHTER----


Disini akhirnya keduanya berada. Ruang konseling. Keduanya berdiri masing-masing dengan kepala tertunduk di hadapan guru mereka yang menatap tajam atau lebih tepat seakan mengintimidasi. Ah Young sedang memikirkan kemungkinan yang terjadi berikutnya sebagai hukuman atas pertengkaran konyol ini. Mungkin ia dan sunbaenya ini akan disuruh lari keliling lapangan sekolah mereka yang kelewat luas sebanyak puluhan kali, atau mungkin mereka harus membersihkan kantin tempat dimana merekabertarung tadi. Ah Young bergidik ngeri membayangkan semuanya itu. Tapi sungguh itu jauh lebih baik daripada satu kemungkinan yang terakhir yang benar-benar tak diinginkannya...
“Berikan nomor orangtua kalian. Aku akan memanggil mereka kesini sekarang!” ujar Han seongsenim.
Dan kenapa Han seongsenim harus melakukan hal yang sangat ingin dihindari itu??
----HALLOO!! I AM HIS DAUGHTER----

Seorang laki-laki muda yang memiliki tubuh tinggi terlihat terburu-buru berjalan di koridor sekolah yang nampak lengang. Ya, ini masih jam pelajaran wajar jika hanya sedikit siswa yang berlalu lalang di luar kelas. Setelah beberapa saat dan dengan dibantu oleh arahanorang yang ditanyainya tadi akhirnya pemuda itu berhasil sampai di ruang konseling. Sedikit menenangkan diri dan mengambil nafas, ia mengetuk pintu itu pelan.
“Silakan msuk!”
Ia memegang handle pintu dan mulai menggerakkannya sehingga pintu itu terbuka menampakkan ruangan bernuansa coklat itu telah diisi oleh beberapa orang. 3 orang dewasa dan 2 orang anak. Dan matanya membulat sempurna karena terkejut dengan kondisi kedua anak tersebut yang sama-sama kacau. Seragam dan rambut yang basah dengan bekas cairan berwarna orange. Dan wajah meeka benar-benar terlihat muram.
“Apakah anda wali Ahn Ah Yong?” tanya Han seongsenim.
“Iya. Saya kesini setelah mendapat panggilan dri guru etika.” Laki-laki itu melirik Ah Young yang tampak gugup dan semakin menundukkan kepalanya.
“Maaf Ahn Ah Young bukankah tadi seongsenim bilang untuk memberikan nomor telepon orang tuamu bukan kakakmu?”
“seongsenim dia adalah ayahku”ujar ah young mantap
“APA?!”

Ah Young P.O.V
 Seruan tak percaya itu tidak hanya berasal dari Han seongsenim tapi juga berasal dari kedua orang tua Soohyun sunbae an juga soohyun sunbae sendiri. Mereka bahkan sampai termenung dengan tatapan yang dapat kuartikan jangan-bercanda-ah young!
Ohh ayolah aku memang sedang tidak bercanda laki-laki ini memang ayahku. Ahn Jae Hyun.
Memang sejak dulu  orang-orang akan bereaksi sama seperti mereka. Tak percaya bahwa kami adalah ayah dan anak bukan kakak dan adik. Begitu juga dengan ibuku yang masih muda. Ayahku dan ibuku memanglah menikah muda. Bukan karena apa-apa, tapi menurut cerita kakek dan nenek, keduanya memaksa mereka untuk menikahkan ayah dan ibuku. Mereka sudah mantap dengan pilihan mereka dan siap untuk menjalin rumah tangga di usia dewasa dini. Tepat setelah keduanya diterima di  perguruan tinggi mereka langsung menikah dan satu tahun berikutnya lahirlah aku, Ahn Ah Young satu-satunya putr dikeluaga Ahn. Aku sudah berusia 12 tahun danitu berarti umur ayah dan ibu sudah 32 tahun.  Memang cukup muda sih jika diusia mereka ini, ayah dan ibu sudah memiliki anak seusiaku. Alasan ini sudah cukup membuat orang lin tak percaya bahwa aku ini anak mereka. Tapi masih ada satu hal lagi yang menambah ketidakpercayaan mereka.
Ayahku
Kau tahu meskipun usianya sudah lebih dari 30 tahun tapi wajah dan penampilannya masih seperti umur 20 tahun. Entah ini anugerah atau sebaliknya. Ayah memang sangat pantas untuk menjadi kakakku bukan ayahku. Tapi aku memang tak bisa mengelak dari takdir bahwa ia adalah ayahku. Dan aku bersyukur karena dia adalah ayah yang baik dan suami yang baik untuk ibuku. Ayah mencintai kami. Jadi aku juga tidak terlalu memusingkan kenapa ayahku terlihat jauh lebih muda dari usia sebenarnya. Aku sudah memutuskan bahwa ini adalah anugrah.
Kembali ke dunia nyata dimana mereka masih setia dengan keterjutannya. Aku menatap ayah berbicara melalui pandangan mataku.
“Ayah, ayo tolong aku!”
“Annyonghaseyo Ahn Jae Hyun imnida. Saya adalah ayahnya Ahn Ah Young.” Ayah memberi salam kepada mereka.
“Ayah kandung?” tanya Han seongsenim lagi
Ck pertanyaan yang tidak sopan.
“Tentu saja Ayah kandung seongsenim.” Sahutku
“Maaf kalau boleh tahu, berapa usia anda?” kali ini ayah Soohyun sunbae yang penasaran
“saya sudah 32 tahun.”
“tapi seperti umur 22 tahun.” Komentar Soohyun sunbae.
Aku hanya memutar bola mataku pertanda aku malas dan jengah dengan komentarnya itu. Aku mendengar ayah yang berdeham. Mengalihkan semua perhatian kami kepadanya.
“Maaf, sepertinya ada hal lain yang harus kita bahas selain umur saya.” Jawab ayah sambil tersenyum.
“Ah.. Iya.. Silakan duduk dulu tuan ahn.!”
“Ye.” Ayah mengambil posisi berhadapan dengan tuan kim. Disamping tuan Kim ada istrinya. Dan yang terakhir Han seongsenim duduk di antara mereka yakni di pusat meja.
Sedangkan kami berdua, aku dan soohyun sunbae berdiri tepat menghadap Han seongsenim. Aish, posisi kami benar-benar tidak nyaman.seperti terdakwa yang akan dihakimi saja. Ehh, memang benar sih kami sedang dihakimi.
“Jadi.. ada apa dengan putri saya, seongsenim?” tanya ayahku
“ Kedua putri kalian terlibat pertengkaran.”
“Mwo?” hanya ayah yang memekik tidak percaya. Sama seperti orang tua soohyun sunbae saat bertanya pada han seongsenim tadi.
Aku semakin menundukkan wajahku ketika ayah melirikku. Aku benar-benar merasa bersalah telah membuat ayah malu dengan ulahku.
“Bisa kalian jelaskan apa yang terjadi diantara kalian?”
“Dia mengejekku” Soohyun menunjukku
“Dia menyebalkan seongsenim. Dia berlaku seenaknya dengan memotong antrian di kantin dan bersikap sok kuasa. Aku hanya tidak suka dengan itu. Dan satu lagi dia yang mulai pertengkaran terlebih dahulu dan menyiramku dengan jus padahal aku sudah minta maaf.” Terangku panjang lebar dan setelahnya aku menatap sengit sunbaeku itu. Sepertinya aku sudah benar-benar berani padanya
“Tapi kau juga membalas menyiramku.”
“Tentu saja. Aku kan tidak terima diperlakukan seperti itu.”
“sudah hentikan. Kalian berdua keluar sekarang dan bersihkan diri kalian. Aku ingin berbicara dengan orang tua kalian.”
----HALLOO!! I AM HIS DAUGHTER----

Ah Young melangkah mengikuti ayahnya untuk keluar dari area gedung sekolahnya menuju parkiran. Hari ini ia bisa pulang lebih awal dari teman-temannya yang lain setelah mendapat konseling dari guru etika atas masalah mereka.  begitu juga dengan Soohyun yang sudah pulang terlebih dahulu dengan kedua orang tuanya. Kepala gadis yang masih dusuk di kelas 7 itu terangkat saat ia menyadari pergerakan sang ayah yang membukakan pintu mobil bagian penumpang. Namun hatinya kembali mencelos dan takut melihat ekspresi dingin dan tatapan datar sang ayah. Bisa ia tebak tentu saja ayahnya itu marah dan sepertinya ia harus siap-siap mendapat hukuman dari ayah tertintanya. Ah young melangkah memasuki mobil dan duduk di kursi samping kemudi. Setelah menutup pintu, ayahnya melangkah menuju sisi yang lain dan masuk pula kedalamnya. Ah Young masih persisiten dengan kegiatannya menundukkan kepala. Jika tadi di ruang konseling ia masih berani menatap lawan bicaranya bahkan menentang soohyun, namun kali ini nyalinya tak sebesar itu dalam menghadapi ayahnya bila sang ayah marah.
“ Gwenchana?”
“Huh?” Ah Young seperti orang linglung meskipun kini  ia sudah memandang sang ayah karena reflek bingung dengan pertanyaan itu. Bukankah seharusnya ia mendengar omelan ayahnya dengan nada dingin. Tapi kini ia malah mendengar hal sebaliknya. Suara yang begitu halus dan penuh ketulusan dan ia juga bisa menangkap rasa khawatir di dalamnya.
“Kau baik-baik saja kan? Bagaiman perasaanmu saat ini? Hum?”
“Ayah tidak marah?” bukannya menjawab ah young malah balik bertanya. Sang ayah tersenyum simpul. Ia memang paham pasti putrinya akan menjadi merasa bersalah dan takut pada dirinya.
“Tidak. Ayah tidak marah.”
“Jinja?” Ah Young memasrikan ia tidak salah dengar.
“ne.” Sang ayah lalu meraih dirinya dan membawanya kedalam sebuah pelukan.
“Ayah justru khawatir padamu. Ini pertama kalinya kau bertengkar hebat dengan temanmu. Selama ini kau sangat pendiam.”
“aku baik-baik saja ayah.” Jawab Ah Young
“Kau yakin?” Sang ayah mengamati wajah putrinya mencoba mencari kesungguhan. Dan ah young meyakinkannya denga tersenyum disertai anggukan kepala.
“sebenarnya..eh..ehmm...sebenarnya aku menyesal ayah karena harus berurusan dengan soohyun sunbae. Aku takut dia tidak melepaskanku ayah. Eottokhe?” tanyanya panik.
Jaehyun terkekeh pelan dan kembali memeluk anaknya itu yang sepertinya sebentar lagi akan menangis. Jaehyun benar-benar paham dengan sifat putrinya. Ah youg memiliki hati yang lembut dan seorang yang perasa. Kekerasan sekecil apapun pasti akan melukai hati ah young. Salahkan ia dan sang istri yang membesarkan dan mendidik anaknya untuk tidak mengenal kesulitan dan kejahatan. Mereka sangat menjaga kepolosan sang anak. Maka jadilah Ah Young terlihat sangat naif seperti saat ini.
“sssshhhh... uljima jagi..”Jaehyun berusaha menenangkan ah young terisak setelah tangisnya sempat ia tahan.
“Eottokhe hiks..hiks..aya.ayah.. aku...hiks.. benci..hiks..jika orang..hiks..hiks...hiks..membenciku”
“Kau tidak perlu takut. Kau tidak sepenuhnya salah. Kau sudah minta maaf padanya. Ayah justru senang kau tidak membiarkan dia melakukan hal yang buruk padamu. Kau benar dengan melawannya untuk membela dirimu. Hanya saja lain kali kau harus berhaati-hati sayang untuk tidak mencari masalah dengan orang lain.” Kau mengerti kan sayang?” nasehat Jaehyun.
“i..iya..”
“sekarang berhenti menangis oke? Putri ayah yang cantik hilang kan jadinya. Sekarang dia seperti badut.”
“Ayah!!” Ah young memekik tidak senang dengan ejekkan itu.
“Aku kan habis menangis bukannya berdandan lucu.”
“Tapi itu benar. Lihat saja hidungmu jadi merah seperti hidung badut.hahahaa” Jaehyun tertawa melihat kemalangan putrinya itu sekaligus karena tingkah lucu ah young yang mempotkan bibirnya, merengut, stelah itu merajuk agar jaehyun menghentikan tawanya.
“aigooo.. ah young-ah, kau jangan marah dong. Ayah kan hanya bercanda. Mianhe” ah young tak menjawab ia masih memunggungi jaehyun.
“oke..bagaimana jika kita membeli satu cup es krim jumbo rasa choklat? Kau mau?”
“Ani. Tambah satu porsi banana split itu baru cukup. Dan juga satu porsi jjangmyun. Eottokhe?” tawar Ah Young.
Jaehyun mendesah sepertinya dia harus rela mengabulkan permintaan putrinya agar tidak marah lagi dan merelakan isidompetnya yang akan segera dirampok oleh sang anak. Bisa dipastikan di restaurant nanti ah young akan meminta lebih dari ini yahh mengingat nafsu makan ah young yang berlebihan.
“Oke. Kita berangkat!” Jaehyun tersenyum saat itu pula mendapati sag putri yang kembali bersemangat.

----HALLOO!! I AM HIS DAUGHTER----

Malam sudah menjelang. Setelah acara makan malam kedua orang sebagai ayah dan anak itu akhirnya kembali melakukan aktivitas mereka masing-masing di ruang tamu. Jaehyun nampak sedang menonto acara televisi kesayangannya ‘running man’. Jaehyun tertawa terpingkal-pingkal melihat aksi konyol kwangsoo dan kawan-kawan di taman hiburan lotte word.  Ah Young menggeram kesal karena tawa jaehyun yang begitu keras mengganggu konsentrasinya berpikir tentang besaran murni dan besaran turunan.
“Ayah jangan  keras-keras tertawanya.” Tegur Ah Young
“haha Maaf sayang. Tapi ini  hahha,, mereka..benar-hahha..benar lucu.”
“Tapi ayah menghilangkan konsentrasiku.”
“Kan sudah ayah bilang untuk belajar di kamarmu saja.”
“shireo.. aku menunggu telpon dari ibu.”
“Ck.. terserah kau saja.. “
Apakah ada yang bertanya dimanakah ibu dari Ah Young? Baiklah akan author jelaskan. Ibu Ah Young atau yang bernama asli Kim Saehee bekerja sebagai seorang perawat dan sekarang wanita cantik pilihan hati Ahn Jaehyun itu sedang ditugaskan di rumah sakit pusat pelatihan wajib militer di Incheon. Alhasil untuk beberapa tahun ini mereka harus menerima keadaan bahwa Ibu Ah young tidak tinggal bersama mereka di seoul.
Kring....
Bunyi itu akhirnya dapat di dengar oleh ah young. Segera ia menuju telepon yang ada di ujung ruangan. Tanpa ragu ia mengangkat telepn tersebut.
“Ibu”
“Ibu? Youngi-ah. Ini samchoon bukan ibumu.” Ah Young reflek menyentuh mulutnya dan selanjutnya terkekeh pelan menyadari kesalahannya.
“Paman kibum? Hehehe maaf aku kira telepo dari ibu.”
“Kau pasti sangat merindukan ibumu youngi-a hahaha”
“Tentu saja. Paman bertanya pertanyaan retoris. Ahh kenapa paman menelpon?”
“Tidak ada. Paman hanya rindu pada keponakan paman yang cantik ini.”
“Aishh aku tidak akan mempan dengan rayuan gombal paman itu. Hahaha aku juga rindu pada paman. Kapan paman pulang ke korea? Apakah syuting drama di Chinanya belum selesai?” Yap, memang benar paman kibum yang dimaksud Ah Young adalah Kim Ki bum anggota boyband super junior dan seorang aktor terkenal itu.
“secepatnya sayang. Sebentar lagi drama ini akan selesai dibuat. Setelahnya paman akan kembali ke korea. Ah iya. Kemana ayahmu? Paman ingin berbicara dengannya.”
“Ayah? Ah baiklah akan aku panggilkan.”
“Ayah paman kibum menelpon. Dia ingin berbicara denganmu.” Ujar ah young sambil menyodorkan telepon pada sang ayah yang ternyata dari tadijugasudah mengamati ah young yang sedang mengobrol di telpon.
“Ne hyung?” Jaehyun memulai menyapa laki-laki yang hanya berbeda satu tahun dengannya itu.
“Jae, lusa aku akan sampai di korea. Aku ingin bertemu denganmu. Ada yang ingin aku bicarakan?”
“mengenai agency kita hyung?” Ah Young yang mendengar kata agency mengedikkan bahu tak acuh dan kembali mengerjakan tugas sekolahnya. Ia tidak mau ambil pusing tentang percakapan kedua orang dewasa itu mengenai pekerjaan.
“iya. Secepatnya aku ingin menyelesaikan masalah ini.”
“Hyung, apa kau yakin dengan keputusanmu ? maksudku tidakkah kau bisa memikirkan hal ini lagi hyung?”
“aku sudah memutuskannya jae, siapapun tidak akan bisa mengubah lagi keputusanku ini. Seharusnya aku memang sudah harus keluar dari SM Entertainment sejak aku vakum dari super junior dan memutuskan untuk menjadi aktor”
“Baiklah hyung aku mengerti itu... kita bicarakan hal ini lagi sesampainya kau di korea.”

TBC/END ?

Annyeong....
Entah karena apa tiba-tiba aja pingin buat fanfic tentang Ahn Jae Hyun. Si Oppa ini adalah salah satu biasku setelah Kyuhyun dan Kibum Oppa. Mengenai judul dan isi cerita mungkin sudah terlalu biasa dan klasik karena sudah banyak fanfic yang mengusung cerita seorang ayah muda dengan anaknya. Tapi biarin deh terserah author dong yang nulis nih fanfiction. Hahaha...
Sebenarnya ini fanfic dilandasi karena alasan author yang masih kagak percaya kalo Ahn Jae Hyun ini line 87 berarti seumuran dengan Kim Kibum dan lebih tua dari Kyuhyun. Tapi nyatanya wajahnya benar-benar menipu, Jae Hyun Oppa imuuuuttttttt banget. Author kira umurnya masih belasan tahun mentok juga 21 tahun. Eh ternyata sudah 28 tahun. Benar-benar awet muda.

Mungkin ini juga bisa jadi Fanfic suju. Rencana sih mau memunculkan oppadeul juga disini tapi nggak semuanya. Cuma beberapa aja. Tuh si snow man sudah muncul.
Author benar-benar minta kritik dan saran. Maklum penulis pemula jadi kurang pede dalam mempublish ff.Mohon bimbingannya chingudeul J

Akhir kata mohon reviewnya
Ghamsahamnida ^^