HALLOO!! I AM HIS DAUGHTER
```````````````````````````````````
Seoul, Hannyang Junior High School
“Anak-anak pelajaran hari ini cukup. Kalian boleh
beristirahat dan kembali ke kelas!” Semua anak-anak perempuan yang sedari tadi
hanya duduk di pinggir lapangan langsung tersenyum cerah mendengar Shin
Seongsenim akhirnya mengakhiri kelas olahraga. Berbanding terbalik dengan para
murid laki-aki yang berseru protes karena harus mengakhiri permainan Basket
mereka. Bagi mereka waktu olah raga hari ini sangatlah singkat. Dan hal itu
langsung dibantah habis-habbisan oleh para siswa perempuan.
“Sudah jangan ribut!”tegur Shin seongsenim menenangkan
keributan yang ada.
“Tapi seongennim kami masih ingin bermain..” ujar Minho yang
masih bediri di tengah lapangan
“Kalian harus masuk ke kelas selanjutnya. Jam olah raga
memang sudah berakhir sesuai semestinya. Cepat kembali ke kelas! Dan jangan
lupa bereskan kembali semua bola ini!”
Mendengar perintah untuk membereskan bola, gadis berambut
ikal kecoklatan yang telah diikat ala kuda poni langsung mengambil sebuah
keranjang dan berjalan menuju dimana bola-bola basket itu berada. Yahh, nasib
baginya dia harus melakukan hl ini untuk melaksanakan tugas piket kelasnya.
Mengingat Dia datang kesiangan tadi pagi dan seluruh pekerjaan membersihkan
kelas telah dilakukan oleh kawan-kawan yang lain. Dan tugas inilah yang
tersisa. Namun satu hal yang membuatnya jengkel, kenapa dari sekian banyaknya
teman kelasnya tak ada satupun yang peduli untuk membantunya? Bahkan kini semua anak sudah hampir menhinggalkan lapangan.Bukan..bukan
karena gadis itu dimusuhi oleh teman-temannya. Tapi itu semua karena memang
seperti itulah sikap anak-anak yakni malas dan tak mau tahu. Nyatanya bola-bola
itu sangatah banyak dan Ah Young sendiri tak yakin bisa mengangkatnya ke gudang
nantinya. ‘mereka menjengkelkan!’
gerutunya dalam hati.
“Yak.. Minho-ssi, bisa kau bantu Ah Young-ssi membereskan
semua ini?!” Ternyata Shin seongsenim belum keluar dari lapangan indoor ini.
Beliau merasa kasihan terhadap siswanya yang bekerja sendiri tanpa ada yang
membantu.
“Ye seongsenim”
Minho telah mencapai pintu keluar namun mengurungkan niatnya
untuk segera pergi mengganti pakaian dan langsung mengikuti pergerakan Ah Young
untuk mengambil bola yang ada di sudut ruangan. Lalu setelah seluruh bola
berhasil mereka kumpulkan dan memasukkannya ke keranjang, kedua anak tersebut
bergegas menuju ke tempat penyimpanan alat olahraga yang teretak di dekat
tribun penonton. “Terimakasih Minho-ssi” ucap Ah Young setelah mereka keluar
dari sana. “Nde.Cheonmanayo. Tapi jangan panggil aku minho-ssi seperti itu.
Kita kan teman. Cukup panggil minho saja!” Ah Young mengangguk kikuk. Ia merasa
sungkan dengan Minho. Ya meskiun mereka sekelas, namun mereka jarang berbicara.
Salahkan Ah young yang terlalu pendiam dan malu untuk bergaul dengan teman
laki-laki. Ia memang terbiasa dengan teman-teman perempuan yang dimilikinya.
“Ayo kita kembali ke
kelas!” ajak Minho dan Ah Young mengekor di belakang Minho yang berjalan
terlebih dulu.
Dan mereka benar-benar tak pernah berjalan beriingan. Ah
Young sengaja memperlambat langkahnya dan tak berusaha mensejajari langkah
minho yang ada di depannya. 5 meter adalah jarak yang ia jaga dari Minho saat
ini. Seperti yang dijelaskan tadi bahwa Ah Young merasa canggung kepada Minho.
Ditambah dirinya yang memang pemalu dan tak mudah mencairkan suasana, jadi dia
bingung harus bagaimana bersikap pada minho jika mereka berdekatan. Bukan hanya
terhadap Minho saja sih, dia bertingkah seperti itu tapi hampir kepada semua
orang yang tak dekat dengannya.
Sedangkan Minho sendiri tampak melirik Ah Young sekilas
dengan sudut matanya saat ia berpura-pura menoleh untuk melihat ke arah
jendela. “Kenapa jalannya lambat sekali sih ?” pikir Minho bingung. Ia sempat
berpikir bahwa temannya itu sakit tapi dia tidak pucat. Atau jangan-jangan Ah
Young tidak mau dekat-dekat dengan Minho karena Minho berkeringat dan bau ?
Alhasil karena memikirkan hal itu reflek Minho mengendus dirinya dan mencoba
menciup bajunya. “Uhh, aku tidak bau.” Ujar minho lagi setelah ia memastikan
tak ada bau menyengat dari tubuhnya.
Tak mau ambil pussing, Minho tak mengacuhkan Ah Young dan
mempercepat langkahnya meninggalkan Ah Young dibelakangnya.
----HALLOO!! I AM HIS
DAUGHTER----
Makan Siang telah tiba dan itulah sebabnya mengapa kantin
sekolah ini sangatlah ramai. Antrian panjang anak-anak di depan couter makanan
membuat para pekerja berusaha menambah kecepatan tangan mereka untuk melayani
para siswa yang hendak mengambil makanan. Hingga keteraturan antrian ituterusik
oleh 5 orang anak perempuan yang dengan seenaknya memotong antrian terdepan.
“Ahjumma, beri kan aku soup itu! Dan isi nasinya sedikit
saja.” Ucap seorang gadis yang terlihat paling mencolok diantara mereka. Gadis
itu memiliki postur tubuh yang cukup tinggi dan cantik didukung dengan
penampilannya yang super modis dan rambut ikalnya yang panjang terurai dan
tertata sengan indah. Teman-temannyapun tak jauh berbeda dengan gadis itu.
“Kau memotong antrian,sunbae!” seru seorang siswa perempuan kesal
yang gilirannya dipotong oleh geng yang
berisikan gadis-gadis cantik tapi angkuh itu.
“Kau keberatan dengan ini?” tanya gadis cantik tadi yang
ternyata bernama Kim Soo Hyun
“Kau seharusnya mengalah dengan sunbaemu, hoobae.” Lanjutnya
lagi dengan mimik angkuhnya.
Ah Young yang berdiri tepat dibelakang Jin ah gadis
yangprotes tadi, berdecih pelan mengeksprsikan rasa muaknya kepada Sunbae yang
sangat menyebalkan ini. Para gadis itu lalu kembali sibuk dengan nampan makan
siang mereka dan tak mempedulikan gurat-gurat kesal siswa yang lain hingga
mereka akhirnya berlalu untuk menuju meja. Saat itu juga Ah Young yang sedari
tadi menatap mereka sebal kembali mengekspresikan kekesalannya dengan menirukan
gayasok dan angkuh Soo Hyun dan diakhiri dengan menjulurkan lidahnya pada
mereka yang tentu saja tak melihat tingkah Ah Young.
Atau mungkin tidak semuanya dari gerombolan nenek sihir itu
yang tak melihat. Nyatanya salah seorang dari mereka tertinggal ditempat yang
sama dengan Ah Young dan menyaksikan seluruh ‘tingkah manis ‘ Ah Young barusan.
“Kau?? Berani juga.” Kata gadis itu. Ah Young tampak
terkejut dengan hal itu tak menyangka bahwa sekutu mereka masih tertinggal
satu. Ah Young semakin ciut saat seringai menyeramkan tampak di wajah sang
sunbae.
“Lihat aku akan mengadukan ini pada Soo Hyun” ujarnya
sebelum benar-benar pergi menyisakan Ah Young dan orang-orang yang sama
shocknya dengan Ah Young. Sepertinya setelah ini akan ada perang dunia
“Ah Young kau telah mencari masalah” ujar Ha Ni temannya
yang berdiri di belakangnya.
“Biar saja! Aku kesal dengan mereka.” Jawab Ah Young ringan
namun hati nuraninya juga sama dengan orang-orang yang merutuki kebodohannya.
“Bersiaplah untuk di
makan bulat-bulat oleh Sunbae galak itu Ah Young.”
“Aku turut prihatin
dengan masalahmu Ah Young”
“Semoga kau selamat Ah
Young”
Semua yang di dengar Ah Young semakin membuat hatinya
nelangsa dan was-was akan nasibnya setelah ini.
“Yakkk.. siapa tadi yang berani mengejekku?” suara tenor Soo
Hyun menggelegar mengejutkan semua orang yangberada di kantin. Kini semua mata
tertuju padanya yang telah berdiri di depan counter makanan disusul dengan
dayang-dayangnya.
Ah Young berjengkit kaget. Tapi otak cerdasnya segera memerintah
untuk dirinya agar tetap tenang
“Kau tidak boleh takut padanya Ah Young! Hadapi dia dengan
tenang!” nasehat Ah Young dalam hatinya.
Maka setelah menguasai dirinya dan selesai memasang sikap
tenang, Ah Young berbalik menghadap Soo Hyun.
“Itu aku. Kenapa? Kau keberatan dengan ini?”Ah Young berkata
persis seperti yang di katakan Soo Hyun tadi. Soo Hyun terkesiap. Pertama ia
tak menyangka bahwa ada hoobae yang baru kelas satu berani melawan dirinya yang sudah kelas tiga.
Ditambah ternyata sang hoobae terlihat sebagai anak perempuan yang kalem dan
lemah yang seharusnya bisa dengan mudah ia tindas. Kedua berani-beraninya
Hoobae itu melawannya dengan kata-kata miliknya tadi.
“Tch... Tapi sepertinya kau juga keberatan tentangku? Mwo?!”seru Soohyun galak.
“Tentu saja aku keberatan dengan sikapmu yang seenaknya dan
sok berkuasa itu, Sunbaenim” Ah Young menekankan kata yang terakhir ia
sebutkan.
“K..kau berani denganku,eoh?” Soohyun semakin meradang dan
siap meledakkan amarahnya.
“Dengar sunbae aku minta maaf karena telah meledekmu. Tapi
kau juga harus minta maaf kepada kami atas perlakuanmu dan teman-temanmu tadi.
Serta berhentilah bertingkah seenaknya di sekolah ini! Dan satu lagi aku tidak
takut denganmu.”
Penjelasan Ah Young bagaikan nyanyian berisik yang telah
berhasil membangunkan singa yang sedang tidur.
Byuuurrr...
“Sudah cukup omong kosongmu. Jus itu sebagai ‘hadiah’
dariku. Kau beruntung karena aku tak menyiramkan sup panas ini ke wa---“
perkataan soohyun tak tuntas karena Ah Young melakukan hal yang sama kepadanya,
menumpahkan jus ke wajah soohyun.
Jika tadi semua oramg terkejut saat Soohyun menyiramkan jus
buah kepada Ah Young sekarang reaksi mereka jauh lebih menunjukkan betapa
shocknya mereka. Ini Gila! Hobae itu sangat beranu. Itulah yang mereka
fikirkan.
“Yakkk..”Jerit Soohyun
“Aku sudah minta maaf tapi malah itu yang sunbae
lakukan.sekarang kita impas” Ah Young nampak tak mau kalah.
Soohyun benar-benar sudah merasakan habis pada kesabarannya.
Sekarang ia benar-benr siap meledak dan menyerang Ah Young. Tapi itu semua
harus segera ia kubur dalam-dalam karena....
“Hentikan!!”
....Guru Etika, Han Seongsenim telah datang untuk melerai
mereka.
“Kim Soo Hyun, Ahn Ah Young ikut saya ke kantor! “
----HALLOO!! I AM HIS
DAUGHTER----
Disini akhirnya keduanya berada. Ruang konseling. Keduanya
berdiri masing-masing dengan kepala tertunduk di hadapan guru mereka yang
menatap tajam atau lebih tepat seakan mengintimidasi. Ah Young sedang
memikirkan kemungkinan yang terjadi berikutnya sebagai hukuman atas pertengkaran
konyol ini. Mungkin ia dan sunbaenya ini akan disuruh lari keliling lapangan
sekolah mereka yang kelewat luas sebanyak puluhan kali, atau mungkin mereka
harus membersihkan kantin tempat dimana merekabertarung tadi. Ah Young bergidik
ngeri membayangkan semuanya itu. Tapi sungguh itu jauh lebih baik daripada satu
kemungkinan yang terakhir yang benar-benar tak diinginkannya...
“Berikan nomor orangtua kalian. Aku akan memanggil mereka
kesini sekarang!” ujar Han seongsenim.
Dan kenapa Han seongsenim harus melakukan hal yang sangat
ingin dihindari itu??
----HALLOO!! I AM HIS
DAUGHTER----
Seorang laki-laki muda yang memiliki tubuh tinggi terlihat
terburu-buru berjalan di koridor sekolah yang nampak lengang. Ya, ini masih jam
pelajaran wajar jika hanya sedikit siswa yang berlalu lalang di luar kelas.
Setelah beberapa saat dan dengan dibantu oleh arahanorang yang ditanyainya tadi
akhirnya pemuda itu berhasil sampai di ruang konseling. Sedikit menenangkan
diri dan mengambil nafas, ia mengetuk pintu itu pelan.
“Silakan msuk!”
Ia memegang handle pintu dan mulai menggerakkannya sehingga
pintu itu terbuka menampakkan ruangan bernuansa coklat itu telah diisi oleh
beberapa orang. 3 orang dewasa dan 2 orang anak. Dan matanya membulat sempurna
karena terkejut dengan kondisi kedua anak tersebut yang sama-sama kacau.
Seragam dan rambut yang basah dengan bekas cairan berwarna orange. Dan wajah
meeka benar-benar terlihat muram.
“Apakah anda wali Ahn Ah Yong?” tanya Han seongsenim.
“Iya. Saya kesini setelah mendapat panggilan dri guru
etika.” Laki-laki itu melirik Ah Young yang tampak gugup dan semakin
menundukkan kepalanya.
“Maaf Ahn Ah Young bukankah tadi seongsenim bilang untuk
memberikan nomor telepon orang tuamu bukan kakakmu?”
“seongsenim dia adalah ayahku”ujar ah young mantap
“APA?!”
Ah Young P.O.V
Seruan tak percaya
itu tidak hanya berasal dari Han seongsenim tapi juga berasal dari kedua orang
tua Soohyun sunbae an juga soohyun sunbae sendiri. Mereka bahkan sampai
termenung dengan tatapan yang dapat kuartikan jangan-bercanda-ah young!
Ohh ayolah aku memang sedang tidak bercanda laki-laki ini
memang ayahku. Ahn Jae Hyun.
Memang sejak dulu
orang-orang akan bereaksi sama seperti mereka. Tak percaya bahwa kami
adalah ayah dan anak bukan kakak dan adik. Begitu juga dengan ibuku yang masih
muda. Ayahku dan ibuku memanglah menikah muda. Bukan karena apa-apa, tapi
menurut cerita kakek dan nenek, keduanya memaksa mereka untuk menikahkan ayah
dan ibuku. Mereka sudah mantap dengan pilihan mereka dan siap untuk menjalin
rumah tangga di usia dewasa dini. Tepat setelah keduanya diterima di perguruan tinggi mereka langsung menikah dan
satu tahun berikutnya lahirlah aku, Ahn Ah Young satu-satunya putr dikeluaga
Ahn. Aku sudah berusia 12 tahun danitu berarti umur ayah dan ibu sudah 32
tahun. Memang cukup muda sih jika diusia
mereka ini, ayah dan ibu sudah memiliki anak seusiaku. Alasan ini sudah cukup
membuat orang lin tak percaya bahwa aku ini anak mereka. Tapi masih ada satu
hal lagi yang menambah ketidakpercayaan mereka.
Ayahku
Kau tahu meskipun usianya sudah lebih dari 30 tahun tapi
wajah dan penampilannya masih seperti umur 20 tahun. Entah ini anugerah atau
sebaliknya. Ayah memang sangat pantas untuk menjadi kakakku bukan ayahku. Tapi
aku memang tak bisa mengelak dari takdir bahwa ia adalah ayahku. Dan aku
bersyukur karena dia adalah ayah yang baik dan suami yang baik untuk ibuku.
Ayah mencintai kami. Jadi aku juga tidak terlalu memusingkan kenapa ayahku
terlihat jauh lebih muda dari usia sebenarnya. Aku sudah memutuskan bahwa ini
adalah anugrah.
Kembali ke dunia nyata dimana mereka masih setia dengan
keterjutannya. Aku menatap ayah berbicara melalui pandangan mataku.
“Ayah, ayo tolong
aku!”
“Annyonghaseyo Ahn Jae Hyun imnida. Saya adalah ayahnya Ahn
Ah Young.” Ayah memberi salam kepada mereka.
“Ayah kandung?” tanya Han seongsenim lagi
Ck pertanyaan yang tidak sopan.
“Tentu saja Ayah kandung seongsenim.” Sahutku
“Maaf kalau boleh tahu, berapa usia anda?” kali ini ayah
Soohyun sunbae yang penasaran
“saya sudah 32 tahun.”
“tapi seperti umur 22 tahun.” Komentar Soohyun sunbae.
Aku hanya memutar bola mataku pertanda aku malas dan jengah
dengan komentarnya itu. Aku mendengar ayah yang berdeham. Mengalihkan semua
perhatian kami kepadanya.
“Maaf, sepertinya ada hal lain yang harus kita bahas selain
umur saya.” Jawab ayah sambil tersenyum.
“Ah.. Iya.. Silakan duduk dulu tuan ahn.!”
“Ye.” Ayah mengambil posisi berhadapan dengan tuan kim.
Disamping tuan Kim ada istrinya. Dan yang terakhir Han seongsenim duduk di
antara mereka yakni di pusat meja.
Sedangkan kami berdua, aku dan soohyun sunbae berdiri tepat
menghadap Han seongsenim. Aish, posisi kami benar-benar tidak nyaman.seperti
terdakwa yang akan dihakimi saja. Ehh, memang benar sih kami sedang dihakimi.
“Jadi.. ada apa dengan putri saya, seongsenim?” tanya ayahku
“ Kedua putri kalian terlibat pertengkaran.”
“Mwo?” hanya ayah yang memekik tidak percaya. Sama seperti
orang tua soohyun sunbae saat bertanya pada han seongsenim tadi.
Aku semakin menundukkan wajahku ketika ayah melirikku. Aku
benar-benar merasa bersalah telah membuat ayah malu dengan ulahku.
“Bisa kalian jelaskan apa yang terjadi diantara kalian?”
“Dia mengejekku” Soohyun menunjukku
“Dia menyebalkan seongsenim. Dia berlaku seenaknya dengan
memotong antrian di kantin dan bersikap sok kuasa. Aku hanya tidak suka dengan
itu. Dan satu lagi dia yang mulai pertengkaran terlebih dahulu dan menyiramku
dengan jus padahal aku sudah minta maaf.” Terangku panjang lebar dan setelahnya
aku menatap sengit sunbaeku itu. Sepertinya aku sudah benar-benar berani
padanya
“Tapi kau juga membalas menyiramku.”
“Tentu saja. Aku kan tidak terima diperlakukan seperti itu.”
“sudah hentikan. Kalian berdua keluar sekarang dan bersihkan
diri kalian. Aku ingin berbicara dengan orang tua kalian.”
----HALLOO!! I AM HIS
DAUGHTER----
Ah Young melangkah mengikuti
ayahnya untuk keluar dari area gedung sekolahnya menuju parkiran. Hari ini ia
bisa pulang lebih awal dari teman-temannya yang lain setelah mendapat konseling
dari guru etika atas masalah mereka. begitu juga dengan Soohyun yang sudah pulang
terlebih dahulu dengan kedua orang tuanya. Kepala gadis yang masih dusuk di
kelas 7 itu terangkat saat ia menyadari pergerakan sang ayah yang membukakan
pintu mobil bagian penumpang. Namun hatinya kembali mencelos dan takut melihat
ekspresi dingin dan tatapan datar sang ayah. Bisa ia tebak tentu saja ayahnya
itu marah dan sepertinya ia harus siap-siap mendapat hukuman dari ayah
tertintanya. Ah young melangkah memasuki mobil dan duduk di kursi samping
kemudi. Setelah menutup pintu, ayahnya melangkah menuju sisi yang lain dan
masuk pula kedalamnya. Ah Young masih persisiten dengan kegiatannya menundukkan
kepala. Jika tadi di ruang konseling ia masih berani menatap lawan bicaranya
bahkan menentang soohyun, namun kali ini nyalinya tak sebesar itu dalam
menghadapi ayahnya bila sang ayah marah.
“ Gwenchana?”
“Huh?” Ah Young seperti orang
linglung meskipun kini ia sudah
memandang sang ayah karena reflek bingung dengan pertanyaan itu. Bukankah
seharusnya ia mendengar omelan ayahnya dengan nada dingin. Tapi kini ia malah
mendengar hal sebaliknya. Suara yang begitu halus dan penuh ketulusan dan ia
juga bisa menangkap rasa khawatir di dalamnya.
“Kau baik-baik saja kan? Bagaiman
perasaanmu saat ini? Hum?”
“Ayah tidak marah?” bukannya
menjawab ah young malah balik bertanya. Sang ayah tersenyum simpul. Ia memang
paham pasti putrinya akan menjadi merasa bersalah dan takut pada dirinya.
“Tidak. Ayah tidak marah.”
“Jinja?” Ah Young memasrikan ia
tidak salah dengar.
“ne.” Sang ayah lalu meraih dirinya
dan membawanya kedalam sebuah pelukan.
“Ayah justru khawatir padamu. Ini
pertama kalinya kau bertengkar hebat dengan temanmu. Selama ini kau sangat
pendiam.”
“aku baik-baik saja ayah.” Jawab Ah
Young
“Kau yakin?” Sang ayah mengamati
wajah putrinya mencoba mencari kesungguhan. Dan ah young meyakinkannya denga
tersenyum disertai anggukan kepala.
“sebenarnya..eh..ehmm...sebenarnya
aku menyesal ayah karena harus berurusan dengan soohyun sunbae. Aku takut dia
tidak melepaskanku ayah. Eottokhe?” tanyanya panik.
Jaehyun terkekeh pelan dan kembali
memeluk anaknya itu yang sepertinya sebentar lagi akan menangis. Jaehyun
benar-benar paham dengan sifat putrinya. Ah youg memiliki hati yang lembut dan
seorang yang perasa. Kekerasan sekecil apapun pasti akan melukai hati ah young.
Salahkan ia dan sang istri yang membesarkan dan mendidik anaknya untuk tidak
mengenal kesulitan dan kejahatan. Mereka sangat menjaga kepolosan sang anak.
Maka jadilah Ah Young terlihat sangat naif seperti saat ini.
“sssshhhh... uljima jagi..”Jaehyun
berusaha menenangkan ah young terisak setelah tangisnya sempat ia tahan.
“Eottokhe hiks..hiks..aya.ayah..
aku...hiks.. benci..hiks..jika orang..hiks..hiks...hiks..membenciku”
“Kau tidak perlu takut. Kau tidak sepenuhnya salah. Kau
sudah minta maaf padanya. Ayah justru senang kau tidak membiarkan dia melakukan
hal yang buruk padamu. Kau benar dengan melawannya untuk membela dirimu. Hanya
saja lain kali kau harus berhaati-hati sayang untuk tidak mencari masalah
dengan orang lain.” Kau mengerti kan sayang?” nasehat Jaehyun.
“i..iya..”
“sekarang berhenti menangis oke? Putri ayah yang cantik
hilang kan jadinya. Sekarang dia seperti badut.”
“Ayah!!” Ah young memekik tidak senang dengan ejekkan itu.
“Aku kan habis menangis bukannya berdandan lucu.”
“Tapi itu benar. Lihat saja hidungmu jadi merah seperti
hidung badut.hahahaa” Jaehyun tertawa melihat kemalangan putrinya itu sekaligus
karena tingkah lucu ah young yang mempotkan bibirnya, merengut, stelah itu
merajuk agar jaehyun menghentikan tawanya.
“aigooo.. ah young-ah, kau jangan marah dong. Ayah kan hanya
bercanda. Mianhe” ah young tak menjawab ia masih memunggungi jaehyun.
“oke..bagaimana jika kita membeli satu cup es krim jumbo
rasa choklat? Kau mau?”
“Ani. Tambah satu porsi banana split itu baru cukup. Dan
juga satu porsi jjangmyun. Eottokhe?” tawar Ah Young.
Jaehyun mendesah sepertinya dia harus rela mengabulkan
permintaan putrinya agar tidak marah lagi dan merelakan isidompetnya yang akan
segera dirampok oleh sang anak. Bisa dipastikan di restaurant nanti ah young
akan meminta lebih dari ini yahh mengingat nafsu makan ah young yang
berlebihan.
“Oke. Kita berangkat!” Jaehyun tersenyum saat itu pula
mendapati sag putri yang kembali bersemangat.
----HALLOO!! I AM HIS
DAUGHTER----
Malam sudah menjelang. Setelah acara makan malam kedua orang
sebagai ayah dan anak itu akhirnya kembali melakukan aktivitas mereka
masing-masing di ruang tamu. Jaehyun nampak sedang menonto acara televisi
kesayangannya ‘running man’. Jaehyun tertawa terpingkal-pingkal melihat aksi
konyol kwangsoo dan kawan-kawan di taman hiburan lotte word. Ah Young menggeram kesal karena tawa jaehyun
yang begitu keras mengganggu konsentrasinya berpikir tentang besaran murni dan
besaran turunan.
“Ayah jangan
keras-keras tertawanya.” Tegur Ah Young
“haha Maaf sayang. Tapi ini
hahha,, mereka..benar-hahha..benar lucu.”
“Tapi ayah menghilangkan konsentrasiku.”
“Kan sudah ayah bilang untuk belajar di kamarmu saja.”
“shireo.. aku menunggu telpon dari ibu.”
“Ck.. terserah kau saja.. “
Apakah ada yang bertanya dimanakah ibu dari Ah Young?
Baiklah akan author jelaskan. Ibu Ah Young atau yang bernama asli Kim Saehee
bekerja sebagai seorang perawat dan sekarang wanita cantik pilihan hati Ahn
Jaehyun itu sedang ditugaskan di rumah sakit pusat pelatihan wajib militer di
Incheon. Alhasil untuk beberapa tahun ini mereka harus menerima keadaan bahwa
Ibu Ah young tidak tinggal bersama mereka di seoul.
Kring....
Bunyi itu akhirnya dapat di dengar oleh ah young. Segera ia
menuju telepon yang ada di ujung ruangan. Tanpa ragu ia mengangkat telepn
tersebut.
“Ibu”
“Ibu? Youngi-ah. Ini samchoon bukan ibumu.” Ah Young reflek
menyentuh mulutnya dan selanjutnya terkekeh pelan menyadari kesalahannya.
“Paman kibum? Hehehe maaf aku kira telepo dari ibu.”
“Kau pasti sangat merindukan ibumu youngi-a hahaha”
“Tentu saja. Paman bertanya pertanyaan retoris. Ahh kenapa
paman menelpon?”
“Tidak ada. Paman hanya rindu pada keponakan paman yang
cantik ini.”
“Aishh aku tidak akan mempan dengan rayuan gombal paman itu.
Hahaha aku juga rindu pada paman. Kapan paman pulang ke korea? Apakah syuting
drama di Chinanya belum selesai?” Yap, memang benar paman kibum yang dimaksud
Ah Young adalah Kim Ki bum anggota boyband super junior dan seorang aktor
terkenal itu.
“secepatnya sayang. Sebentar lagi drama ini akan selesai
dibuat. Setelahnya paman akan kembali ke korea. Ah iya. Kemana ayahmu? Paman
ingin berbicara dengannya.”
“Ayah? Ah baiklah akan aku panggilkan.”
“Ayah paman kibum menelpon. Dia ingin berbicara denganmu.”
Ujar ah young sambil menyodorkan telepon pada sang ayah yang ternyata dari
tadijugasudah mengamati ah young yang sedang mengobrol di telpon.
“Ne hyung?” Jaehyun memulai menyapa laki-laki yang hanya
berbeda satu tahun dengannya itu.
“Jae, lusa aku akan sampai di korea. Aku ingin bertemu
denganmu. Ada yang ingin aku bicarakan?”
“mengenai agency kita hyung?” Ah Young yang mendengar kata
agency mengedikkan bahu tak acuh dan kembali mengerjakan tugas sekolahnya. Ia
tidak mau ambil pusing tentang percakapan kedua orang dewasa itu mengenai
pekerjaan.
“iya. Secepatnya aku ingin menyelesaikan masalah ini.”
“Hyung, apa kau yakin dengan keputusanmu ? maksudku tidakkah
kau bisa memikirkan hal ini lagi hyung?”
“aku sudah memutuskannya jae, siapapun tidak akan bisa
mengubah lagi keputusanku ini. Seharusnya aku memang sudah harus keluar dari SM
Entertainment sejak aku vakum dari super junior dan memutuskan untuk menjadi
aktor”
“Baiklah hyung aku mengerti itu... kita bicarakan hal ini
lagi sesampainya kau di korea.”
TBC/END ?
Annyeong....
Entah karena apa tiba-tiba aja pingin buat fanfic tentang
Ahn Jae Hyun. Si Oppa ini adalah salah satu biasku setelah Kyuhyun dan Kibum
Oppa. Mengenai judul dan isi cerita mungkin sudah terlalu biasa dan klasik
karena sudah banyak fanfic yang mengusung cerita seorang ayah muda dengan
anaknya. Tapi biarin deh terserah author dong yang nulis nih fanfiction.
Hahaha...
Sebenarnya ini fanfic dilandasi karena alasan author yang
masih kagak percaya kalo Ahn Jae Hyun ini line 87 berarti seumuran dengan Kim
Kibum dan lebih tua dari Kyuhyun. Tapi nyatanya wajahnya benar-benar menipu,
Jae Hyun Oppa imuuuuttttttt banget. Author kira umurnya masih belasan tahun
mentok juga 21 tahun. Eh ternyata sudah 28 tahun. Benar-benar awet muda.
Mungkin ini juga bisa jadi Fanfic suju. Rencana sih mau
memunculkan oppadeul juga disini tapi nggak semuanya. Cuma beberapa aja. Tuh si
snow man sudah muncul.
Author benar-benar minta kritik dan saran. Maklum penulis
pemula jadi kurang pede dalam mempublish ff.Mohon bimbingannya chingudeul J
Akhir kata mohon reviewnya
Ghamsahamnida ^^